Di bawah naungan langit Pacitan yang teduh pada Sabtu pagi, 28 Maret 2026, keluarga besar SMAN 2 Pacitan kembali melukis momen indah dalam balutan tali silaturahmi. Bertempat di kediaman yang penuh kehangatan, rumah Ibu Siti Anifah dan Bapak Eva, seluruh guru, karyawan, beserta keluarga berkumpul menjadi satu dalam agenda tahunan Halal Bihalal.
Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan sebuah ruang untuk menjernihkan hati dan mempererat persaudaraan di luar rutinitas kedinasan.
Rangkaian Acara yang Menyentuh Sanubari
Dipandu dengan apik dan penuh semangat oleh Ibu Diah Dewanti selaku pembawa acara, suasana pagi itu terasa begitu hidup namun tetap formal. Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan sangat merdu oleh Ananda Fina Nihayatul Husna. Ayat-ayat Tuhan yang mengalun syahdu seolah membawa ketenangan, mempersiapkan hati setiap hadirin untuk saling memaafkan.
Pesan Kebersamaan dari Pimpinan
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 2 Pacitan, Bapak Giyono, menyampaikan pesan mendalam tentang esensi halal bihalal. Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah sekolah tidak hanya terletak pada prestasi akademiknya, tetapi pada soliditas dan harmoni kekeluargaan di antara para pendidiknya.
Senada dengan hal tersebut, Bapak Imam Supangat selaku perwakilan Komite SMAN 2 Pacitan, juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menyampaikan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga agar visi pendidikan dapat tercapai dalam lingkungan yang penuh kasih sayang.
Puncak Silaturahmi: Salam-Salaman dan Ramah Tamah
Memasuki inti acara, seluruh keluarga besar SMAN 2 Pacitan berdiri membentuk barisan melingkar. Dalam momen salam-salaman, tawa pecah menyatu dengan haru. Kata maaf terucap tulus, menghapus segala khilaf yang mungkin terjadi dalam interaksi sehari-hari.
Acara ditutup dengan ramah tamah. Sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan, para guru dan karyawan bercengkerama bersama pasangan dan anak-anak mereka. Di sudut-sudut ruangan, terlihat obrolan santai yang memperlihatkan bahwa SMAN 2 Pacitan bukan sekadar tempat bekerja, melainkan sebuah rumah besar bagi semua yang bernaung di dalamnya.
“Sejauh mana pun kaki melangkah, kembali ke pelukan persaudaraan adalah cara terbaik untuk menyucikan jiwa.”
Semoga semangat kekeluargaan ini terus terjaga, membawa berkah bagi kemajuan SMAN 2 Pacitan ke depan. Sampai jumpa di momen silaturahmi berikutnya!

