Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, suasana sekolah tampak berbeda sejak pagi hari. Seluruh elemen warga sekolah — mulai dari kepala sekolah, bapak dan ibu guru, tenaga kependidikan, hingga murid-murid dari seluruh tingkatan — menyatu dalam satu irama gotong royong melancarkan aksi masif bertajuk “Gerakan Bersih Pacitan-Ku, Indonesia Asri”.
Aksi ini digelar bukan sekadar agenda rutin kebersihan, melainkan wujud nyata kepedulian bersama dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan, mempererat tali kebersamaan, serta mendukung terciptanya ekosistem belajar yang sehat dan bersih di Kabupaten Pacitan.
Pelaksanaan Kerja Bakti di Berbagai Sudut Sekolah
Seusai apel pembukaan dan pengarahan di lapangan utama, seluruh warga sekolah langsung bergerak menuju pembagian zonasi kerja tanpa ada yang terkecuali.
- Bilik-Bilik Ruang Kelas: Para siswa bahu-membahu membersihkan ruang belajar mereka. Kaca jendela dilap hingga jernih, meja dan kursi ditata rapi, sementara lantai disapu dan dipel. Sudut-sudut baca kelas turut ditata ulang agar lebih nyaman digunakan.
- Gedung Aula & Fasilitas Umum: Tim guru bersama staf kependidikan dan beberapa perwakilan murid merapikan area gedung aula sekolah. Debu-debu pada peralatan disapu, panggung dibersihkan, dan area penyimpanan barang dirapikan agar siap digunakan untuk agenda sekolah berikutnya.
- Halaman & Taman Sekolah: Area ruang terbuka hijau dihiasi dengan aksi pemangkasan rumput liar, penyiraman tanaman, serta pemilahan sampah organik dan anorganik. Daun-daun kering dikumpulkan untuk diolah menjadi kompos, sedangkan sampah plastik dipilah secara terpisah.
- Drainase & Selokan Sekolah: Guna mengantisipasi genangan air dan menjaga sanitasi, pembersihan saluran air (selokan) menjadi fokus utama. Sendimen lumpur dan sampah penutup selokan dikeruk bersama-sama sehingga aliran air kembali lancar dan higienis.
Membangun Budaya Peduli Lingkungan
Semangat gotong royong terpancar sepanjang kegiatan berlangsung. Tawa, canda, dan kerja keras yang saling melengkapi antara guru dan siswa mengikis sekat formalitas di luar kelas, berganti menjadi rasa kekeluargaan yang erat.
Melalui keberhasilan aksi “Gerakan Bersih Pacitan-Ku, Indonesia Asri” ini, sekolah tidak hanya berhasil memoles wajah fisik lingkungan menjadi lebih indah dan segar, tetapi juga berhasil menanamkan karakter peduli lingkungan yang akan terus dibawa oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

