Minggu, 25 Januari 2026, menjadi hari yang bersejarah bagi keluarga besar SMAN 2 Pacitan. Di bawah langit Pacitan yang cerah, sekolah ini turut ambil bagian dalam aksi lingkungan kolosal bertajuk Penanaman Serentak Jawa Timur. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan wujud nyata dari program SIKAP (Siswa Berkarakter Peduli Lingkungan) yang menjadi ruh pendidikan karakter di sekolah ini.
Persiapan dan Semangat Kebersamaan
Geliat aktivitas sudah terasa sejak tengah hari. Tepat pukul 12.00 WIB, para panitia dan peserta melakukan gladi bersih untuk memastikan koneksi digital dengan pusat acara berjalan tanpa kendala. SMAN 2 Pacitan bergabung secara virtual melalui platform Zoom, terhubung langsung dengan titik pusat kegiatan yang berada di SMK Negeri 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Suasana di area penanaman tampak guyub dan penuh antusiasme. Tidak hanya siswa-siswi yang membawa bibit pohon dengan penuh semangat, tetapi juga kehadiran para guru, tenaga kependidikan (TU), dan perwakilan wali murid yang memberikan dukungan moral maupun tenaga. Kehadiran perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan semakin menegaskan bahwa gerakan ini merupakan prioritas bersama dalam menjaga ekosistem Jawa Timur.
Acara Inti: Serentak Membumi
Tepat pukul 13.30 WIB, acara inti dimulai. Melalui layar besar, seluruh peserta menyaksikan arahan dari tingkat provinsi. Suasana khidmat menyelimuti saat aba-aba penanaman dimulai. Secara serentak, tangan-tangan dari berbagai elemen—mulai dari pejabat dinas hingga siswa kelas X—mulai menggali tanah dan meletakkan bibit-bibit harapan ke dalam bumi.
Program SIKAP SMAN 2 Pacitan dalam momen ini menunjukkan taringnya. Para siswa tidak hanya menanam, tetapi juga belajar tentang jenis pohon yang mereka tanam dan bagaimana cara merawatnya agar tumbuh besar. Ini adalah implementasi langsung dari kurikulum merdeka yang mengedepankan profil Pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia (dalam hal ini, akhlak terhadap alam).
Sinergi Lintas Sektor
Keterlibatan wali murid dalam kegiatan ini menjadi poin krusial. Sinergi antara sekolah dan rumah sangat penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan. “Pendidikan lingkungan tidak boleh berhenti di gerbang sekolah,” ujar salah satu perwakilan guru di sela-sela kegiatan. “Dengan hadirnya wali murid, kita membangun kesadaran kolektif bahwa bumi ini adalah warisan untuk anak cucu kita.”
Kegiatan berakhir dengan penuh rasa syukur. Meski lelah, rona bangga terpancar dari wajah para siswa SMAN 2 Pacitan. Mereka sadar bahwa satu pohon yang mereka tanam hari ini, di bawah koordinasi dari Plosoklaten Kediri dan disaksikan oleh seluruh Jawa Timur, adalah langkah besar untuk melawan krisis iklim.
Makna di Balik Angka dan Aksi
Kegiatan ini membuktikan bahwa SMAN 2 Pacitan bukan hanya sekadar lembaga akademik, melainkan agen perubahan lingkungan. Penanaman serentak ini diharapkan menjadi pemantik bagi program SIKAP untuk terus berinovasi dalam melestarikan alam Pacitan yang kaya akan potensi namun rentan terhadap perubahan cuaca.
Jawa Timur menanam, SMAN 2 Pacitan beraksi!
